PERTEMUAN III (28/09)
Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Teori Komunikasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus
TRADISI KOMUNIKASI
Tradisi komunikasi adalah dasar-dasar teori komunikasi yang memiliki kesamaan. Tradisi komunikasi ini diciptakan oleh Robert T. Craig. Robert T. Craig berpendapat bahwa setiap teori memiliki manfaat untuk cara pandang tertentu untuk melihat dunia.
Robert T. Craig membagi tradisi teori komunikasi dalam 7 tradisi antara lain :
1. Tradisi semiotik
tradisi ini terdiri atas kumpulan teori tentang bagaimana suatu tanda mempresentasikan atau mewakili benda, ide, keadaan, perasaan dan kondisi di luar tanda-tanda itu sendiri.
Konsep dasar yang menyatukan tradisi semiotik adalah tanda yang didefinisikan sebagai stimulus yang menandakan atau menunjukkan beberapa kondisi tanda.
Semiotik dibagi menjadi 3 wilayah yaitu semantik, sintaksis dan pragmatis.
2. Tradisi Fenomenologis
Tradisi ini memperhatikan pengalaman sadar seseorang. dan tradisi ini biasanya digunakan para ahli untuk menganalisa komunikasi dalam rangka mencari kesalahpahaman yang terjadi dan melihat bagaimana kesalahan pahaman itu dikoreksi demi perbaikan masyarakat secara keseluruhan.
Fenomenologis adalah cara atau metode yang digunakan manusia untuk memahami dunia melalui pengalaman langsung. Stanley Deetz menyimpulkan tiga prinsip tradisi fenomenologis sebagai berikut :
• pengetahuan ditemukan secara langsung dalam pengalaman sadar, kita akan mengetahui dunia ketika berhubungan langsung dengannya
• makna benda terdiri atas kekuatan benda dalam kehidupan seseorang
• bahasa merupakan kendaraan makna
3. Tradisi Sibernetika
tradisi sistem kompleks yang didalamnya banyak orang saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Teori ini menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial dan perilaku bekerja.
4. Tradisi Sosiopsikologi
tradisi ini berfokus pada perilaku sosial individu, variabel psikologis, efek individu, kepribadian dan sifat, persepsi serta kognisi. Tradisi sosiopsikologis dibagi menjadi tiga cabang yakni perilaku, kognitif dan biologis.
5. Tradisi Sosiokultural
Tradisi sosiokultural lebih memilih untuk mengutamakan fokusnya dengan memperhatikan segala bentuk interaksi antar manusia dibandingkan menyaksikan karakteristik atau model mental individu. Tradisi ini juga lebih memahami gaya, aturan, cara yang tumbuh di antara manusia yang mampu menghadirkan realitasnya sebagai kelompok. Terdapat tiga sudut pandang teori sosiokultural yang berpengaruh dalam paham interaksi simbolik, konstruktivisme sosial dan sosiolinguistik.
6. Tradisi Kritik.
Tradisi kritik merupakan tradisi yang berangkat dari asumsi kesenjangan dalam masyarakat. Adapun tiga keistimewaan tradisi kritik antara lain :
• Mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar
• Membuka kondisi-kondisi sosial yang menindas dan merangkai kekuatan untuk mempromosikan emansipasi masyarakat yang lebih bebas
• Menciptakan kesadaran untuk menggabungkan teori dan tindakan teori tersebut yang bersifat normatif
7. Tradisi Retorika
tradisi ini menjelaskan konteks komunikasi antar personal dan komunikasi massa. Tradisi ini berfokus pada bagaimana proses proses perancangan suatu pesan yang baik sehingga komunikasi dapat berjalan efektif. Adapun pusat dari tradisi retorika ini ada 5 yaitu
• Penemuan
• Penyusunan
• Gaya
• Penyampaian
• Daya ingat
Link PPT kelompok 2 : https://drive.google.com/file/d/1niIpS2RugX2L-9mzv9LesJd6dpjjDsvB/view?usp=drivesdk
Komentar
Posting Komentar