PERTEMUAN VII (26/10)
Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Teori Komunikasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus
Dalam mata kuliah Teori Komunikasi pada pertemuan kelima ini dilakukan secara daring dipimpin oleh kelompok 6 yang terdiri oleh 3 orang pemateri yaitu Rizqi Magfiroh (1940210002),
M. Yusuf Ardianto (1940210023), dan
M. Febrian F.B (1940210028)
Sesuai dengan RPS dan kontrak perkuliahan pada pertemuan kali ini, kelas menyepakati untuk berdiskusi melalu WhatsApp Grup. Dalam pertemuan kali ini membahas tentang "Lanjutan Teori Komunikasi Kelompok".
Berikut adalah paparan diskusi pertemuan ketujuh ;
Teori Homans : Sistem Internal dan Eksternal
Menurut Homans ada 3 unsur dalam struktur kelompok kecil, yaitu kegiatan, interaksi, dan perasaan.
Kegiatan terdiri dari tindakan- tindakan anggota kelompok yang berhubungan dengan tugas kelompok. Dalam melakukan tindakan-tindakan tersebut mereka terlibat dalam suatu interaksi, yaitu memperlihatkan saling ketergantungan dan menanggapi dalam bertingkah laku. Sebagian interaksi ini melibatkan komunikasi antarpribadi. Elemen ketiga dari tingkah laku sosial dalam kelompok kecil ialah perasaan. Perasaan terdiri dari perasaan negatif dan positif yang dirasakan anggota kelompok terhadap anggota lain.
Teori Analisis Proses Interaksi
Teori klasik yang dikembangkan untuk menjelaskan pola diskusi kelompok terutama dalam hal kepemimpinan. Teori yang dicapai adalah proses pembuatan untuk menganalisis komunikasi kelompok.
Ada tiga tahap dalam model Bales, yaitu:
1) Tahap 1 : Orientation Phase
Pada tahap orientasi, anggota yang baru masuk atau mendirikan suatu kelompok akan bertanya, mencari, dan saling memberi informasi mengenai tujuan sekaligus hakikat tugas-tugas dalam kelompok.
2) Tahap 2 : Evaluotion Phase
Pada tahap evaluasi, pertanyaan yang diajukan anggota kelompok berkisar seputar peran anggota kelompok dalam tugas-tugas atau pekerjaan yang dilakukan oleh kelompok.
3) Tahap 3 : Control Phase
Para anggota kelompok akan saling membuat pernyataan, mencari, dan memberi petunjuk pada sesama anggota.
Teori Konvergensi Simbolik
Konsep teori konvergensi simbolik adalah tema fantasi. Tema fantasi adalah pesan yang didramatisasi, seperti permainan kata-kata, cerita, analogi, dan pidato yang menghidupkan interaksi dalam kelompok
Teori Kepribadian Kelompok (Group Syntulity Theory)
Teori kepribadian merupakan studi mengenai interaksi kelompok pada basis dimensi kelompok dan dinamika kepribadian. Dimensi kelompok merujuk pada ciri-ciri populasi atau ka rakteristik individu, seperti umur dan kecendekiawanan (intelligence). Sementa ra itu, ciri-ciri kepribadian atau suatu efek yang rnemungkinkan kelompok bertindak sebagai satu keseluruhan merujuk pada peran-peran spesifik dan posisi status. Dinamika kepribadian diukur oleh apa yang disebut dengan synergy.
Teori Percakapan Kelompok
1) Pemeriksaan Masukan dari Anggota (Member Input).
2) Variabel-Variabel Perantara (Mediating Variable),
3) Keluaran dari Kelompok (Group Output)
Teori Kelompok Terpercaya
Kelompok terpercaya (bonafide theory) adalah sebuah peristiwa alamiah kelompok.
Teori Kerja Kelompok Antarbudaya
Menurut John Oetzel menggunakan model input dan proses output dalam membentuk variabel-varlabel penting yang memengaruhi fungsi kelompok. Lalu ia menciptakan sebuah model yang secara budaya membedakan kelompok, menghadapi input tertentu, dan menciptakan hasil melalui komunikasi yang kembali memengaruhi keadaan ketika kelompok sedang bekerja. Perbedaan budaya yang paling penting dibagi dalam tiga kelompok, yaitu: Individualisme kolektivisme, Kehendak diri,dan Urusan rupa
Teori Penyusunan
Teori ini menyebutkan bahwa tindakan manusia adalah sebuah proses produksi dan repraduksi dalam berbagai macam sistem sosial.
Teori Pemikiran Kelompok
Satu situasi satu situasi dalam proses pengambilan keputusan yang menunjukkan tumbuhnya kemerosotan efisiensi mental, pengujian realitas, dan penilaian moral yang disebabkan oleh tekanan-tekanan kelompok (Mulyana, 1999)
Itulah diskusi pada pertemuan ketujuh Teori Komunikasi. Setelah itu di bukalah sesi tanya jawab.
Semua di ajurkan untuk bertanya atau menjawab karena itu merupakan bukti kehadiran selain itu melatih dinamika diskusi kita.
Saya : Pada teori konvergensi simbolik bisakah dijlskan, apakah hanya bertema fantasi saja? selain yang sudah disebutkan dlm ppt, adakah contoh lain dalam kehidupan sehari-hari kita?
Vivi Rima Mellinda 1940210026
Dea: Iya mbak, hanya bertema fantasi.
Contohnya dalam kehidupan sehari-hari, ketika berbincang dalam kelompok, tiba-tiba ada anggotanya mengatakan Twitter . Maka ada salah satu anggota kelompok itu yang merespon dan mengatakan “kemarin ada yang follow twitter aku loh”. Dan teman –teman lainnya pun merespon terus menerus. Sehingga, itu dinamakan rantai fantasi.
http://mardhatillahwardah.blogspot.com/2013/06/teori-kovergensi-simbolik.html?m=1
Setelah diskusi selesai, ditutup oleh pemateri kelompok 6 dan juga bu Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I dengan bacaan hamdalah.
Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar