PERTEMUAN XV
Nama : Vivi Rima Mellinda
Kelas : A3KPI
Mata Kuliah : Teori Komunikasi
Dosen : Primi Rohmini, S.sos.,M.S.I
Instansi : IAIN Kudus
Dalam mata kuliah Komunikasi Organisasi pada pertemuan kelima belas ini dilakukan secara daring dipimpin oleh kelompok 13 yang terdiri oleh 2 orang pemateri yaitu Imam Syafi'i (1940210024) dan Ita Nisfiatul Khasanah (1940210032)
Sesuai dengan RPS dan kontrak perkuliahan pada pertemuan kali ini, kelas menyepakati untuk berdiskusi melalu WhatsApp Grup. Dalam pertemuan kali ini membahas tentang " Komunikasi Antar Budaya".
Berikut adalah paparan diskusi pertemuan lima belas ;
Hakikat Komunikasi Antar Budaya
Komunikasi antar budaya pada hakikatnya dapat menciptakan keselarasan dan kebersamaan serta agar dapat saling memahami sisi-sisi perbedaan antar individu.
Ada 4 hal yang menjadi hakikat komunikasi: Perkenalan, Keterbukaan, Pergaulan dan Harapan
Fungsi Komunikasi antar Budaya
✓Menyatakan identitas pribadi
✓Menyatakan integritas sosial
✓Menambah pengetahuan
Tujuan Komunikasi antar Budaya
✓Mengurangi ketidakpastian
✓Menciptakan komunikasi yang efektif
✓Mengkondusifkan lingkungan
✓Mempengaruhi kehidupan bermasyarakat
✓Menghilangkan hambatan
✓Memperluas hubungan
✓Memperlancar bisnis lintas budaya
✓Memperluas cakrawala budaya
Faktor pendukung Komunikasi antar Budaya
✓Sikap kekeluargaan
✓Menjunjung tinggi sikap sopan santun
✓Sikap saling menghargai
✓Sikap gotong royong
✓Sikap demokratis
✓Sikap religius
Faktor penghambat Komunikasi antar Budaya
- Prasangka sosial .
- Sikap mudah curiga .
- Stereotip
Itulah diskusi pada pertemuan lima belas Teori Komunikasi. Setelah itu di bukalah sesi tanya jawab.
Semua di ajurkan untuk bertanya atau menjawab karena itu merupakan bukti kehadiran selain itu melatih dinamika diskusi kita.
Saya : Dalam tujuan komunikasi antarbudaya, bagaimana cara memperlancar bisnis lintas budaya? Vivi Rima Mellinda 1940210026
Rizqi Magfiroh 1940210002 : Ijin membantu menjawab pertanyaan dari mbak vivi, Demi mencapai tujuan dalam negosiasi bisnis, penting sekali untuk memahami budaya dari berbagai negara. Pemahaman lintas budaya yang luas akan membantu para negosiator dalam melakukan negosiasi bisnis lintas budaya.
Pemahaman lintas budaya sebelum melakukan negosiasi bisnis lintas budaya akan meningkatkan peluang keberhasilan dari negosiasi tersebut.
Pemahaman lintas budaya yang baik akan meningkatkan kemungkinan keberhasilan dalam negosiasi bisnis. Hal ini sangat mudah untuk dipahami jika salah satu negosiator telah bertemu dengan mitra bisnisnya sebelum negosiasi formal dan diasumsikan memiliki percakapan yang menyenangkan dan mengerti budayanya, ketika mereka melakukan negosiasi formal, mereka tidak asing satu sama lain dan merasa seperti teman sendiri, maka proses negosiasi bisnis akan lebih lancar.
Jurnal Administrasi Bisnis (JAB)|Vol. 24 No. 1 Juli 2015|
administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id
Sekian tulisan dari saya. Kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar